h1

Film ML Ditarik dari PeredaraN

Mei 15, 2008

Denger” dari beberapa media yang saya tonton /  baca, film ML ( Mau Lagi ) ditarik dari peredaran. Film yang pada mulanya dibuat untuk menyadarkan para kaum muda tentang Free Sex malahan ditarik dari peredaran karena dianggap terlalu vulgar dan membudayakan sex bebas..

hmm, saya menjadi binggung untuk setuju kepada siapa, karena sutradara dari film ini mengatakan bahwa tujuan dari film ini sebenarnya baik, bukan untuk membudayakan sex bebas. Namun, beberapa golongan masyarakat dengan melakukan unjuk rasa menolak ditayangkannya film ini.

Jd Menurut anda, anda Setuju pada siapa???

Film ini??

Ato

MasyaraKat????

hahaha………….. Itu Menjadi Pendapat anda tersendiri…

One comment

  1. Saya menjadi penasaran setelah beredar “gosip” dari berbagai stasiun televisi yang membahas Film ML tersebut. Sebuah film yang kembali menimbulkan pro dan kontra yang nasibnya mengikuti jenis film sebelumnya seperti BCG.

    Setelah saya melihat cuplikan filmnya, saya menjadi kaget dan tertawa. Bukan karena filmnya lucu, meskipun ada beberapa adegan komedinya, tapi saya tertawa karena melihat isi dan pesan yang disampaikan oleh film tersebut. Mungkin pesan yang ingin disampaikan dari film tersebut adalah agar penonton menjauhi budaya freesex, tapi pesan yang sangat jelas dibaca oleh orang yang berakal dari melihat cuplikannya saja menunjukkan secara vulgar tentang budaya freesex. Tentunya film ini secara nyata memiliki pesan tersirat hendak mengajarkan bagaimana melakukan freesex dengan adegan-adegannya yang menjurus (ini hanya dari cuplikannya), sehingga film ini lebih condong membawa pesan membudayakan freesex ketimbang menjauhinya.

    Manusia (baca : sutradara dan produser) berkarya ingin membawa pesan moral, niatnya baik (???!) tapi cara penyajiannya yang salah kaprah dan menjadi bumerang menyesatkan bagi penontonnya. Saya melihat ada fenomena pada sebagian MFI ingin membiasakan pada masyarakat kita faham liberal kapitalis yang menganut freesex dan hendak membuat kita menjadi terbiasa dengan hal seperti itu. Hal ini merupakan kejahatan moral yang sangat merusak persendian kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Jadi saya sangat tidak menyetujui kalau Film ML ini ditayangkan. Pencekalan yang dilakukan perlu dilakukan agar memberi kesempatan bagi produser dan sutradara tersebut untuk membuat karya Film yang bermutu dan membangun mind set yang positif dengan membuat adegan yang membangun kesadaran jiwa, bukan adegan vulgar yang membangun hasrat negatif yang tidak pada tempatnya.


Tinggalkan Komentar